S. M. Dosi
Gemulai tari kami haturkan
indah bebunyian kami sembahkan
nyanyi dan riuh sorak kami hunjukkan
Ama Lera Wulan,
Bapa Langit Yang
Agung
ia turunkan hujan
ia hembuskan angin
ia taburi embun
dan Ina Tana Ekan,
Dia Ibu Bumi
telah persembahkan
subur rahimnya
Di atasnya
kehidupan disemai
kemakmuran bersemi
Di tanah ini
sejak berabad
waktu yang lalu
limpah rejeki
telah dipetik untuk kita
tiada ia kauusik
tiada ia kaurusakRawat ia, utuhnya
jaga ia, marwahnya
Putri Besi Pare
dari tubuhnya yang
terberai
dan merah darah
yang menggenang
di pori pori tanah
ladang
telah bersulih
rupa
jadi buah jadi
bebijian
kami
putri dan putra
dari pelosok negeri
telah persembahkan
lelah dan letih
tetes tetes peluh
keringat
ikut luruh bersama
basah hujan
Ketika
batang-batang telah menguning
dan dedaunan
meranggas
di semak rendah
cucakrawa bercengkrama
di dadap berbunga
murai bernyanyi
Ini musim yang
beralih
ketika kelok
sungai pun mengering
saat lumbung sudah
menunggu terisi
dan burung-burung
mematuk remah
Saat itu
satu demi satu
ranumnya buah dari
tubuh sang putri kami himpun
kami jalin dan
kami rangkai
menyatu
Nestapa kami telah
lalu
ketika kami kenang
bulir bulir yang
tumbuh dari korban sang putri
Dia yang rebah dan
gugur di tanah
dia yang tumbuh
beratus dan beribu
Dan dari lembutnya
tangan dan teguhnya karya
kami hidupi raga
demi raga, jiwa demi jiwa
putra dan putri suku demi
suku,
kampung demi
kampung,
pulau demi pulau
Ladang ini
telah bertabur
harap
Mari gembira
mari menari
tiada lagi nestapa
kita gembira
Tuak dari mayang kelapa
tuanglah
ikan dan lauk
bawalah kemari
karena ini hari
kita bersuka
akan ladang yang
penuh kurnia
