Rabu, 29 April 2015

Nyanyi Ladang

S. M. Dosi

         Gemulai tari kami haturkan
indah bebunyian kami sembahkan
nyanyi dan riuh sorak kami hunjukkan

Ama Lera Wulan,
Bapa Langit Yang Agung
ia turunkan hujan
ia hembuskan angin
ia taburi embun

dan Ina Tana Ekan,
Dia Ibu Bumi
telah persembahkan subur rahimnya

Di atasnya
kehidupan disemai
kemakmuran bersemi

Di tanah ini
sejak berabad waktu yang lalu
limpah rejeki telah dipetik untuk kita

tiada ia kauusik
         tiada ia kaurusak
         Rawat ia, utuhnya
 jaga ia, marwahnya

Putri Besi Pare
dari tubuhnya yang terberai
dan merah darah yang menggenang
di pori pori tanah ladang
telah bersulih rupa
jadi buah jadi bebijian

kami
putri dan putra dari pelosok negeri
telah persembahkan lelah dan letih
tetes tetes peluh keringat
ikut luruh bersama basah hujan

Ketika batang-batang telah menguning
dan dedaunan meranggas
di semak rendah cucakrawa bercengkrama
di dadap berbunga murai bernyanyi

Ini musim yang beralih
ketika kelok sungai pun mengering
saat lumbung sudah menunggu terisi
dan burung-burung mematuk remah

Saat itu
satu demi satu
ranumnya buah dari tubuh sang putri kami himpun
kami jalin dan kami rangkai
menyatu


Nestapa kami telah lalu
ketika kami kenang
bulir bulir yang tumbuh dari korban sang putri

Dia yang rebah dan gugur di tanah
dia yang tumbuh beratus dan beribu

Dan dari lembutnya tangan dan teguhnya karya
kami hidupi raga demi raga, jiwa demi jiwa
putra dan putri suku demi suku,
kampung demi kampung,
pulau demi pulau

Ladang ini
telah bertabur harap
Mari gembira
mari menari
tiada lagi nestapa
kita gembira

Tuak dari mayang kelapa tuanglah
ikan dan lauk bawalah kemari
karena ini hari kita bersuka

akan ladang yang penuh kurnia
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: